Tampilkan postingan dengan label agama. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label agama. Tampilkan semua postingan

Rabu, 02 Desember 2015

BEREBUT WAKTU


Berlalu selalu saja memeluk tanpa permisi
Mengecupkan sisa yang lebih sedikit
Sepejam gelap, tahun luruh sebulan-sebulan
Menikung hari sebelum cahaya sampai
Ada kuasa-Nya di gemuruh dada-dada
Memompa api ke telinga, ke mata, ke mulut
Membakar penyebut nama-Nya lewat seribu beda
Ada badai kuasa-kuasa
Memompa api ke telinga, ke mata, ke mulut
Merobek kebesan dalam baris bendera-bendera
Ada banjir dan longsor angka-angka
Memompa api ke telinga, ke mata, ke mulut
Menimbun dengan hitungan maya
Berlalu tak peduli waktu mencintainya dengan seluruh yang dipunya
Dia hanya mencintai luruh

Selasa, 01 Desember 2015

DENDAM PUNYA AGAMA

Angin membawa api berburu kenangan di matamu
Tangannya mengacungkan mesiu
Sementara di cermin matamu adalah tubuh-tubuh roboh
Tak kuat menjadi pondasi suara surau sederhana
Kini, kubah-kubah angkuh pada kuasa
Jubah-jubah diatasnamakan kesucian
Adat adalah dosa turunan
Yang padanya diceritakan dongeng-dongeng berinisial jalan kelam
Bahkan batu tak dapat menjawab pohon yang mencecarnya dengan tanya
Mengapa dunia yang kini dijubahi semakin bingar?
Aku rontok satu persatu
Bukannya cahaya pernah bercerita bahwa aura bumi berjubah menguat manakala sujud?
Mengapa kau diam manakala kuasa diammu dipecah jadi kepingan hiasan tanpa permisi?
Mungkin cahaya yang sampai sudah mati desismu
Kau sudah dieliminasi sebelum mencicip
Kudoakan kau tahan dibakar

Rupanya kau Tuhan anyar